Muda, Cerdas, dan Bertanggung Jawab: Loka POM Gelar KIE Obat Aman untuk Mahasiswa STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

22-06-2026 Obat Dilihat 21 kali

ACEH BARAT DAYA —22 Juni 2026,  Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kota Subulussalam terus mengintensifkan upaya perlindungan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Langkah preventif ini diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk pengawasan dan penggunaan obat secara rasional yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya). Melalui intervensi edukatif ini, Loka POM menyasar kelompok mahasiswa sebagai elemen strategis generasi muda yang memiliki peran krusial sebagai agent of change (agen perubahan) di tengah masyarakat. 

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan materi komprehensif mengenai urgensi penerapan prinsip penggunaan obat yang tepat, aman, dan sesuai indikasi medis. Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai klasifikasi obat, tata cara membaca label dan dosis, hingga pengelolaan obat secara mandiri di tingkat rumah tangga—mulai dari proses pemeliharaan, penyimpanan, hingga pembuangan limbah obat yang aman guna mencegah pencemaran lingkungan maupun penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, materi difokuskan pada pemetaan potensi bahaya serta dampak sistemik dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun obat keras tanpa resep dokter. Hal ini menjadi krusial mengingat maraknya peredaran dan konsumsi obat yang tidak sesuai peruntukannya di kalangan usia produktif.

Kegiatan KIE ini juga menjadi simbol sinergi antar-unit kerja pengawasan obat dan makanan. Turut hadir dalam agenda tersebut, Kepala Loka POM di Kota Subulussalam yang secara langsung menyerahkan sertifikat apresiasi kepada narasumber kegiatan. Sinergi lintas wilayah ini menegaskan komitmen kolektif Badan POM dalam memperluas jangkauan edukasi publik, khususnya di wilayah barat dan selatan Aceh. Melalui edukasi yang berkelanjutan, Loka POM berharap para mahasiswa STIT Muhammadiyah Abdya tidak hanya mampu membentengi diri sendiri dari bahaya penyalahgunaan obat, tetapi juga aktif menyebarluaskan informasi yang benar kepada keluarga dan komunitas sekitarnya.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kesalahan penggunaan obat (medication error) di tingkat masyarakat serta mencetak generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri maupun lingkungan.

Sarana